Jakarta – Tentunya pertanyan ini menjadi tanda tanya buat semua pengidap insomnia. Apakah insomnia bisa disembuhkan sepenuhnya? Kabar baiknya, sebagian besar kasus insomnia dapat disembuhkan dengan perubahan yang dapat kamu lakukan sendiri.

Sebenarnya dengan mengatasi penyebab yang mendasarinya dan membuat perubahan sederhana pada kebiasaan sehari-hari dan kamar tidur, kamu dapat menyembuhkan insomnia sepenuhnya. Informasi selengkapnya mengenai insomnia bisa dibaca di sini!

Mengenal Insomnia untuk Penanganannya

Insomnia adalah gangguan tidur yang umum terjadi. Sulit tidur secara berkala juga dikenal sebagai insomnia akut. Kondisi tersebut bisa berlangsung selama beberapa hari atau minggu, dan sering terjadi selama masa stres atau perubahan hidup.

Kesulitan untuk tidur atau tertidur lebih dari tiga malam seminggu selama tiga bulan atau lebih dianggap insomnia kronis. Nah, insomnia kronis dapat menyebabkan gejala di malam hari maupun di siang hari dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Gejala insomnia kronis antara lain adalah: 

  • Kesulitan tidur.
  • Bangun sepanjang malam.
  • Kesulitan tidur atau kesulitan kembali tidur.
  • Bangun terlalu pagi.
  • Mengantuk atau pusing di siang hari.
  • Tidak merasa cukup istirahat setelah bangun dari tidur malam.
  • Cepat marah.
  • Perubahan mood, seperti perasaan tertekan.
  • Kesulitan berkonsentrasi.
  • Masalah dengan memori.

Identifikasi Penyebab Insomnia

Untuk menyembuhkan insomnia sepenuhnya, kamu harus mengidentifikasi apa penyebabnya. Identifikasi insomnia bisa dimulai dengan:

1. Apakah kamu sedang stres berat?

2. Apakah kamu depresi? Apakah kamu merasa datar secara emosional atau putus asa?

3. Apakah kamu sedang bergumul dengan perasaan cemas atau khawatir kronis?

4. Apakah baru-baru ini mengalami pengalaman traumatis?

5. Apakah sedang mengonsumsi obat yang mungkin memengaruhi tidur?

6. Apakah kamu sedang memiliki masalah kesehatan yang mengganggu tidur?

7. Apakah situasi kamar tidurmu tenang dan nyaman?

8. Apakah kamu mencoba tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari?

Kadang-kadang, insomnia hanya berlangsung pada beberapa hari dan hilang dengan sendirinya, terutama jika masalah yang jadi pemicu tidak jelas dan bersifat sementara. Itu misalnya stres karena presentasi yang akan datang, perpisahan yang menyakitkan, atau jet lag. Di lain waktu insomnia bisa jadi susah untuk hilang.

Kecemasan, stres, dan depresi adalah beberapa penyebab paling umum dari insomnia kronis. Kesulitan tidur juga dapat memperburuk gejala, stres, dan depresi. Penyebab sakit emosional dan psikologis lainnya termasuk, kesedihan, gangguan bipolar, dan trauma bisa memicu insomnia berkepanjangan. 

Mengobati masalah mendasar ini sangat penting untuk mengatasi insomnia. Banyak kondisi medis dan penyakit yang dapat menyebabkan insomnia, termasuk asma, alergi, penyakit parkinson, hipertiroidisme, refluks asam, penyakit ginjal, dan kanker. 

Nyeri kronis juga merupakan penyebab umum insomnia. Banyak obat resep dapat mengganggu tidur, termasuk antidepresan, stimulan ADHD, kortikosteroid, hormon tiroid, obat tekanan darah tinggi, dan beberapa kontrasepsi. 

Cara Mengatasi Insomnia

Menyembuhkan insomnia sepenuhnya bisa dilakukan dengan beberapa metode tergantung apa yang menjadi penyebabnya. 

Terapi Perilaku kognitif (CBT)

Penelitian telah menunjukkan CBT sama efektif, atau lebih efektif, daripada obat tidur dalam mengobati insomnia kronis. CBT dilakukan dengan cara membiasakan diri untuk menerapkan pola tidur yang baik sembari mengubah keyakinan mengenai tidur sehat dan perilaku yang menggangu pola tidur sehat.

Beberapa strategi CBT yang secara khusus berfokus pada insomnia seperti:

1. Teknik kognitif

Kamu bisa menggunakan jurnal untuk menuliskan kekhawatiran sebelum tidur dapat membantu untuk mendapatkan tidur nyenyak. Dengan menulis jurnal kamu menuangkan perasaan yang membebanimu, sehingga pikiran lebih lapang.

2. Pembatasan tidur

Terapi ini melibatkan pembatasan jumlah waktu yang dihabiskan di tempat tidur, termasuk menghindari tidur siang. Tujuannya adalah supaya kamu merasa lelah di malam hari dan langsung tidur.

3. Teknik relaksasi

Latihan pernapasan, yoga, meditasi, dan teknik relaksasi lainnya dapat digunakan untuk mengurangi ketegangan otot serta mengontrol pernapasan dan detak jantung, sehingga membantu lebih rileks.

Leave a Reply